Sunday, September 18, 2016

Manfaat Tari Balet Pada Usia Tua

Balet tak hanya beranfaat untuk anak-anak atau remaja putri. Untuk wanita di atas 50-an, ballet juga punya manfaat sehat.

Jumlah pengikut ballet dewasa kian meningkat, menurut Niki Rein, pendiri pusat balet Barrecore. Niki menambahkan, ada banyak alasan baik untuk melakukannya. “Tak ada kata terlambat untuk ballet.”

Seiring bertambahnya usia, wanita kerap mengalami penurunan kepadatan tulang, jelas Niki yang telah mengajar siswa balet dari usia remaja hingga 70-an. Sangat penting untuk melakukan latihan resistensi yang membantu membangun kepadatan tulang, terutama setelah menopause. Dan ballet bisa menjadi pilihan.

Kelas kebugaran berbasis balet, benar-benar dapat bermanfaat bagi sendi. Fleksibilitas dalam balet membuat wanita dewasa lebih bebas dalam melakukan banyak gerakan tanpa rasa sakit, kata Niki. Anda bisa mencoba kelas ballet pemula bagi dewasa.

Michelle Groves, Direktur Pendidikan di Royal Academy of Dance mengatakan, kelas ballet meningkatkan kekuatan otot, kekuatan inti, dan fleksibilitas, serta memberikan Anda penghargaan yang lebih besar untuk mengekspresikan diri dan musik.

Peningkatan jumlah wanita yang lebih tua untuk mengikuti kelas balet dan kelas kebugaran balet dikarenakan alasan ingin menjaga berat badan sehat saat tua dan tetap akif.

Namun, sangat penting untuk memilih guru balet bersertifikat dan berkualitas baik yang akan memastikan bahwa gerakan yang diajarkan aman, seimbang, dan terstruktur untuk pelajar dewasa. Alasannya adalah untuk mencegah cedera, papar Niki.

Dalam kelas balet tradisional, posisi kaki klasik memerlukan tekanan tidak wajar di pinggul, di mana orang-orang yang tidak berlatih menari dari usia muda tidak akan memiliki kemampuan untuk itu.

Jadi, pilihlah kelas ballet untuk tujuan kebugaran. Jika menghadiri kelas tradisional, jagalah posisi kaki untuk menghindari cedera pada lutut, pinggul dan pergelangan kaki.