Tuesday, October 29, 2013

Penggelembungan Harga Hingga 1000 Persen

Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) Sukotjo S Bambang mengatakan bahwa Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Susanto juga mengatur proyek tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) atau pelat nomor di Korps Lalu Lintas Polri. Menurut Sukotjo, mark up atau penggelembungan harga dilakukan pada proyek tersebut hingga 1.000 persen.

"TNKB, pelat nomor itu (mark-up) 1.000 persen," kata Sukotjo seusai bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (29/10/2013).

Sukotjo hari ini bersaksi untuk terdakwa Budi Susanto dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri. Selain itu, Sukotjo menerangkan bahwa proyek TNKB bernilai Rp 782 miliar. Menurutnya, TNKB merupakan proyek Primer Koperasi Polri (Primkoppol), tetapi diatur oleh Budi.

"Itu Rp 782 miliar proyeknya Primkoppol, tapi sudah diatur Budi Susanto. Budi Susanto pura-pura pakai Primkoppol, padahal dia yang kerja semuanya," katanya.

Untuk diketahui, selain proyek pengadaan simulator SIM senilai Rp 196 miliar, diduga ada dua proyek lain di Korlantas Polri pada 2011 lalu, yakni proyek PNKB senilai Rp 500 miliar dan STNK-BPKB dengan nilai Rp 300 miliar tahun anggaran 2011. Ketiga proyek ini diduga sarat unsur korupsi.

Kepolisian sejak Oktober 2012 lalu telah menyidik kasus PNKB senilai Rp 500 miliar tersebut. Namun hingga kini, perkembangan kasus tersebut belum diketahui. Kepala Polri Komisaris Jenderal Sutarman yang saat itu masih menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal Polri mengatakan bahwa belum ada tersangka dalam kasus itu.

Menurut Sutarman, pihaknya menunggu penyidikan kasus dugaan korupsi simulator SIM. "Pengadaan di lalu lintas kan orang-orangnya itu juga. Sekarang sedang disidik, sedang diproses oleh KPK (simulator SIM). Biarkan selesai dulu," terang Sutarman di Jakarta, Jumat (25/10/2012) lalu.

Baca juga: Pemisahan Kekuasaan Negara.

Wednesday, October 2, 2013

Windows 8.1 Akan Hadir Gratis

Microsoft mengatakan Windows 8.1 akan hadir gratis untuk pengguna existing pada 18 Oktober mendatang. Versi update ini akan fokus pada pengembangan kenyamanan substansial dengan antarmuka ramah seperti gerak multitasking yang diperbaharui dan tombol Start yang lebih baik.

Windows 8.1 akan diluncurkan pertama kalinya secara gratis. Meski perusahaan itu telah mewacanakan update "Service Pack" yang isinya perbaikan bug dan peningkatan keamanan. Berdasarkan laman CNN Money, ada sejumlah alasan mengapa Microsoft menggunakan cara ini untuk versi pembaruannya.

Pembaruan software kini bisa lebih konsisten dan efektif menjangkau konsumen lewat Internet. Akan masuk akal untuk mengeluarkan upgrade dan pengembangan saat sudah siap ketimbang harus menunggu rilis yang besar setiap tiga hingga lima tahun.

Sejak Microsoft memposisikan diri untuk menjadi perusahaan berbasis perangkat dan layanan, maka mereka akan lebih ketat mengontrol Windows 8 ini. Cara yang paling mudah untuk menjangkau masyarakat adalah dengan memberikannya secara gratis.

Mungkin terlihat aneh saat Microsoft memberikan begitu saja sistem operasi PC yang paling didominasi pasar dunia itu secara gratis, terlebih saat Apple masih mematok biaya untuk sistem operasinya.

Namun, waktu kini berubah. Versi update sistem operasi mobile kini selalu gratis, dan Microsoft membangun WIndows 8 bisa dipakai di tablet seperti halnya komputer. Membebankan biaya pada update tambahan akan menghalangi sebagian besar pengguna perangkat Windows 8 untuk pemperbarui perangkat lunak perangkat.

Baca juga: Bacaan Do'a Masuk WC.