Friday, October 26, 2012

Hari Raya Idul Adha 1413 H

Di Hari Raya Idul Adha 1413 H ini, Ketua Pengawas Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar, Adhyaksa Dault bertindak selaku khatib di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2012).

Dalam materi khutbahnya, Adhyaksa tidak hanya mengkritisi para pemimpin yang tidak memahami dan menghayati sosok Nabi Ibrahim dan keluarganya, tetapi juga membahas mengenai fenomena korupsi yang menggurita.

"Bangsa kita yang tercinta ini, masih jauh dari harapan dan cita-cita luhur bersama. Perilaku korupsi di instansi pemerintahan dan BUMN terus menggurita," kata Adhyaksa Dault di depan ribuan jamaah.

Adhyaksa yang pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini menilai, lembaga negara yang memiliki wewenang untuk memberantas korupsi belum bekerja secara maksimal.

"Buktinya, masih ada ratusan kasus korupsi yang belum ditangani," kata Adhyaksa Dault. Adhyaksa juga menilai supremasi di bidang hukum belum berjalan sesuai yang diharapkan, sebab masih ada bentuk kong-kalikong antara penegak hukum dengan pihak yang berperkara.

"Supremasi di bidang hukum bak panggung sandiwara antaroknum hakim, jaksa, penyidik dan bahkan pengacara," kata Adhyaksa Dault. Untuk itu, Adhyaksa berharap para pemangku kekuasaan untuk meneladani sosok pemimpin yang diabadikan dalam sejarah kemanusiaan oleh Al-Quran, sehingga kepentingan bangsa tercapai.

"Pemimpin yang berkorban dan berjuang untuk kemuliaan dan kebaikan rakyatnya seperti yang diperankan para Rasul yang disebut "Ulul Azmi" yakni Nuh a.s, Ibrahim a.s, Musa a.s, Isa a,s dan Muhammad SAW, bukan Fir'aun, Namrud, dan Hamam," kata Adhyaksa.

Tuesday, October 23, 2012

Komandan Korem 131 Santiago Brigjen TNI Johny L Tobing

Komandan Korem 131 Santiago Brigjen TNI Johny L Tobing mengatakan Pulau Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, akan menjadi salah satu lokasi ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia 2013.

"Ekspedisi NKRI koridor Sulawesi mencakup seluruh wilayah Korem di Kodam VII Wirabuana. Khusus untuk Korem 131 Santiago lokasinya berada di Pulau Miangas serta Kabupaten Minahasa," kata Tobing di sela-sela pelaksanaan rapat forum koordinasi pimpinan daerah di Manado, Selasa.

Tobing mengatakan, ekspedisi NKRI 2013 koridor Sulawesi merupakan program dari kementerian koordinator kesejahteraan rakyat dan didukung sepenuhnya oleh seluruh kementerian/lembaga, Mabes TNI dan Badan Informasi Geospasial.

Dia menambahkan, dukungan personel berjumlah 1.468 orang yang berasal dari Kopasus, Kostrad, Raider, Paskhas, Marinir, TNI AL, Pusjarah TNI, Penerbad, Dispenad, Pusterad, Polri, Kemenkokesra, Menwa, KNPI, mahasiswa, pemda, media cetak dan elektronik.

Sementara itu Waaslog Danjen Kopasus Letkol Inf Rafael G Baay yang dipercayakan sebagai Kabag Ops Ekspedisi mengatakan ekspedisi ini meliputi tiga bidang yakni penjelajahan, penelitian, dan komunikasi sosial.

Bidang penjelajahan menurut dia, meliputi penjelajahan hutan, gunung dan pengunungan, rawa, laut, sungai, pantai dan pulau terdepan.

Penelitian meliputi pendataan kerusakan hutan, pendataan pulau-pulau terdepan, penelitian geologi dan potensi bencana, pendataan flora dan fauna serta pendataan dan penelitian sosial budaya.

Bidang komunikasi sosial meliputi sosialisasi pelaksanaan ekspedisi NKRI 2013 koridor sulawesi, sosialisasi kelestarian alam dan reboisasi serta program green, clean dan healthy.

"Kegiatan lainnya, membangkitkan pengawasan dan pengembangan dan kepramukaan, bakti sosial, pengobatan masal, serta perbaikan rumah penduduk dan tempat ibadah," kata dia.

Saturday, October 20, 2012

Mengubah Pemukiman Kumuh Menjadi Layak Huni

Fortuner SUV Terbaik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya menyediakan tempat tinggal dengan biaya sewa murah untuk warga DKI Jakarta yang berekonomi menengah ke bawah. Salah satu caranya mengubah pemukiman kumuh menjadi layak huni dengan tetap mengedepankan warga yang sebelumnya telah menetap di wilayah tersebut.

"Yang penting bagi kami kawasan itu terbebas dari kesan kumuh, tapi warganya tidak diusir," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, Sabtu (20/10/2012). Basuki memberi contoh, salah satu wilayah yang telah dibidik adalah pemukiman kumuh di belakang depo Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara.

Hal itu direalisasikan dengan mengatur agenda pembahasan intensif bersama Direktur Utama Pertamina, dan Kementerian Perumahan Rakyat dalam waktu dekat. Nantinya, lanjut dia, Pemprov DKI akan meminta Pertamina untuk menyiapkan lahan sekaligus bangunan apartemen terpadu. Semuanya disesuaikan dengan konsep yang telah dikemukakan oleh Gubernur DKI saat ini, Joko Widodo (Jokowi).

"Kami sudah ngomong dengan Pertamina. Intinya, Pertamina akan buat zona pengaman dan kita minta dibangunkan apartemen terpadu yang sesuai dengan konsep Pak Gubernur," ujarnya.

Namun demikian, Basuki menegaskan, Pemprov DKI tidak akan memberikan kucuran dana untuk merealisasikan rencana tersebut. Dalam artian, semua pembangunan apartemen terpadu di wilayah itu menjadi tanggungjawab penuh Pertamina.

"Sedang kita matangkan. Yang penting kita tidak pakai APBD, dan Pertamina akan menyelesaikan semuanya. Menggandeng swasta atau cara lain itu urusan Pertamina," pungkasnya.

Untuk diketahui, mimpi besar Jokowi-Basuki dalam mengatasi pemukiman padat dan kumuh adalah dengan membangun apartemen terpadu, atau rumah susun dengan harga sewa murah. Nantinya, apartemen terpadu itu berada tak jauh dari pasar, stasiun, atau bahkan tempat kerja warga DKI Jakarta.

Bahkan lebih jauh, apartemen terpadu itu akan dibangun di tengah kota. Hal ini bertujuan untuk menekan padatnya kendaraan dari warga di pinggiran Jakarta yang bekerja di tengah kota.

Kunjungi Blognya: Kanghari

Venus dari Wina

Fortuner SUV Terbaik. Suatu pagi, penumpang yang terkantuk-kantuk di dalam kereta komuter yang melaju cepat di tengah Kota Wina, Austria, sontak terbelalak kaget. Tepatnya di stasiun Kardinal-Nagl-Platz, seorang perempuan aneh masuk ke dalam gerbong kereta bawah tanah, Vienna U-Bahn.

Perempuan ramping itu tak memakai apapun, kecuali sepasang sepatu bot tinggi dari kulit, tubuhnya tak ditutupi bahkan selembar benang.

Dengan senyum tersungging di bibirnya, ia berdiri tepat di tengah gerbong. Perempuan misterius bahkan cuek ketika sejumlah penumpang komuter menjadikannya obyek foto ala Lady Godiva -- perempuan bangsawan Anglo-Saxon abad ke-11 yang berkuda dengan tampilan polos di jalanan Coventry demi menghapus aturan pajak menindas rakyat yang diberlakukan oleh suaminya sendiri, Leofric, Earl of Mercia.

"Aku sampai tak mempercayai penglihatanku saat ia melangkah dalam gerbong. Ketika sejumlah orang mengeluarkan telepon genggam untuk memotret, ia tampak tak keberatan," kata salah satu saksi mata pada Austrian Times. "Ia malah berpose."

Setelah kereta melalui sejumlah pemberhentian, ia akhirnya turun. Tanpa mengucap satu kata pun.

Staf perkeretapian Vienna U-Bahn telah mempelajari CCTV perempuan yang kini mendapat julukan sebagai "Vienna Venus" atau "Venus dari Wina". Sejumlah media Australia bahkan meresponnya dengan heboh, meluncurkan semacam sayembara untuk melacak identitasnya.

Pose tanpa busananya dipublikasikan di sejumlah koran di Wina, disertai imbauan pada pembaca untuk mengidentifikasi penumpang misterius itu.

Salah satu majalah bahkan menawarkan iming-iming pada perempuan itu, untuk dijadikan model pemotretan, asalkan ia mengungkap identitasnya juga alasan mengapa ia melakukan tindakan nekat itu.

Alih-alih penampilan polosnya, sejumlah orang justru lebih khawatir akan dampak kesehatannya. Bayangkan, perempuan itu memilih tak berpakaian di tengah hujan salju dan suhu yang membeku di Wina.

"Memang setiap orang punya persepsi berbeda tentang suhu. Yang kami tak habis pikir, suhu di kereta sama sekali tak cukup hangat sehingga seseorang harus melucuti pakaiannya," kata operator angkutan publik, Wiener Linien kepada Austrian Times.

Kunjungi Blognya: Kanghari

Monday, October 15, 2012

Agus Priyadi alias Pendi

Fortuner SUV Terbaik. Agus Priyadi alias Pendi (26), tersangka pembunuhan terhadap Nanang Kosim (39), pria kemayu, ditangkap petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Benda, Senin (15/10/2012) dini hari. Sopir angkutan kota (angkot) jurusan Jurumudi - Pasar Anyar itu ditangkap di Jalan TMP Taruna, Pintu Air Sepuluh, Kota Tangerang setelah sempat melarikan selama sepekan setelah menghabisi karyawan swasta tersebut.

Kepala Polsek Benda, Komisaris Adang Suzana membenarkan penangkapan itu, Senin."Tersangka ditangkap saat sedang nongkrong di sekitar pintu air sepuluh. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 sub 338 KUHP. Ancamannya di atas lima tahun penjara," kata Adang. Nanang Kosim, pria kemayu ditemukan tewas dalam kamarnya di Jalan Kyai Kuding, RT 03/06, Blok Masjid Baiturohim, Kelurahan Blendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Senin (8/10) sore. Saat itu, diduga dia dibunuh orang dekatnya.

Thursday, October 11, 2012

Rafiuddin Abduh Sukses Menjual Benda khas Papua

Kalender 2013. Rafiuddin Abduh, pria asal Jayapura sukses menghasilkan puluhan juta dari usahanya menjual benda-benda khas Papua. Pria 40 tahun yang mulai berbisnis puluhan tahun ini mencoba peruntungannya dengan menyasar sejumlah pasar baru di luar markasnya di Papua.

Dengan bendera toko seni, Koteka Art, Abduh memberanikan diri membuka gerai lain di Batam. Di kawasan zona khusus ini, bisnis cenderamata Abduh sempat berjalan dua tahun. Sayangnya, bisnis terpaksa gulung tikar karena sepinya penjualan. Namun, pengalaman berharga itu tak lantas meredupkan ambisi Abduh untuk menjangkau pangsa pasar baru. Incaran kali ini adalah Pulau Dewata, Bali.

Nasib baik tampaknya belum menaungi Abduh di Pulau Bali. Gerai baru yang semula akan dibangunnya terpaksa ditunda, karena omzet bisnis cenderamata tengah menurun. Kondisi ini terjadi karena meledaknya peristiwa Bom Bali. "Sekarang, kami hanya memasok saja untuk teman yang buka galeri seni di sana," kata Abduh dalam perbincangan dengan media.

Cobaan Abduh tak berhenti di situ. Belakangan, kelesuan tengah melanda bisnis cenderamata yang digarapnya. Perlambatan ekonomi yang melanda Eropa dan Amerika Serikat secara tak langsung ikut berimbas pada bisnis Abduh. Maklum, selama ini, pelanggan potensial dari bisnisnya berasal dari kalangan turis Eropa dan AS.

Kondisi ini makin diperparah dengan banyak merebaknya isu keamanan yang ditengarai menjadi pemicu sepinya pengunjung ke kampung halamannya tersebut. Hal ini muncul seiring isu gerakan separatis yang belakangan banyak terjadi di Papua.

Isu keamanan, dia melanjutkan, merupakan masalah sensitif karena banyak wisatawan, terutama asing, yang enggan berkunjung ke Papua lagi. "Mereka berhenti sampai Bali saja," imbuhnya. Beruntung, Abduh masih bisa mengandalkan pemasukan dari turis-turis domestik yang masih banyak berkunjung ke Papua. Terlebih lagi, banyak pegawai pemerintah yang berkunjung ke pulau paling timur di Indonesia ini.

Di tengah kelesuan bisnis ini, Abduh sedikit membocorkan pendapatan yang diterima dari bisnis cenderamatanya. Dalam sebulan, Abduh mengaku meraup omzet antara Rp5 juta sampai 10 juta atau turun sekitar 80 persen dibandingkan masa puncaknya.