Monday, April 23, 2012

Kasus Pembalakan Liar Hutan di Kabupaten Luwu Timur

Kasus pembalakan liar hutan di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) makin merajalela meski aparat kepolisian dan polisi kehutanan setempat gencar melakukan operasi. Salah satu bukti praktik pembalakan liar atau illegal logging yakni diamankannya puluhan kubik kayu olahan oleh jajaran Polhut Dinas Kehutanan Lutim. Kayu olahan jenis papan dan balok ini diamankan dalam operasi rutin di dua tempat, yakni di Desa Tawakua, Kecamatan Angkona dan Desa Tole-tole, Kecamatan Malili, Sabtu (21/4). Kabid Operasional dan Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Lutim, Burhanuddin menjelaskan, puluhan kubik kayu olahan jenis rimba campuran itu siap diangkut keluar Lutim.

Polhut mengamankan kayu tersebut dan tidak menemukan pihak yang mengaku sebagai pemiliknya. Dikatakan, setelah disita, kayu hasil illegal logging tersebut akan diserahkan kepada Kantor Pelayanan Keuangan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk dilelang. “Hasil pelelangan itu akan dimasukkan dalam kas Negara,” jelas Burhanuddin kemarin. Terkait masih maraknya pembalakan liar hutan di wilayah Lutim ini,Kepala Dinas Kehutanan Lutim, Zainuddin beralasan pihaknya sudah berusaha maksimal mengadakan patroli rutin.

“Kami juga bekerjasamadenganPolresLutimjikamenangkap pelaku illegal logging untuk diserahkan dan diproses sesuai aturan hukum,”katanya. Berdasarkan data Dinas Kehutanan setepat,wilayah Lutim sebagian besar adalah wilayah hutan Hingga akhir 2011, tercatat luas hutan lindung seluas 235.998,34 hektare (ha), luas hutan produksi 117.940,98 ha, dan luas kawasan hutan konservasi mencapai 183.624,08 ha.

Sementara Kapolres Lutim, AKBP Andi Firman mengungkapkan, pihaknya berusaha meminimalisasi perambahan hutan dan kasus illegal logging di wilayah Lutim. “Saya instruksikan anggota meningkatkan patroli dan operasi,termasuk memperketat pengawasan distribusi kayu keluar Lutim melalui jalur Trans Sulawesi,” ujar dia. Menurut dia, sepanjang Januari hingga April ini, ratusan kayu hasil illegal loggingtelah diamankan dan diserahkan kepada KPKNL untuk dilelang dan pelakunya diproses hukum.